Matius 4-6
Matius 4
Yesus Dicobai oleh Iblis
1Kemudian, Yesus dipimpin oleh Roh ke padang belantara untuk dicobai oleh Iblis.
2Dan, Dia berpuasa empat puluh hari dan empat puluh malam, sesudah itu Ia menjadi lapar.
3Lalu, datanglah si pencoba itu dan berkata kepada Yesus, “Jika Engkau adalah Anak Allah, perintahkanlah supaya batu-batu ini menjadi roti.”
4Namun, Dia menjawab dan berkata, “Ada tertulis, ‘Manusia bukan hidup dari roti saja, tetapi oleh setiap firman yang keluar melalui mulut Allah.’”
5Kemudian, Iblis membawa-Nya ke kota suci dan menempatkan-Nya di puncak Bait Allah,
6dan berkata kepada-Nya, “Jika Engkau Anak Allah, jatuhkanlah diri-Mu ke bawah karena ada tertulis: ‘Mengenai Engkau, Allah akan memerintahkan malaikat-malaikat-Nya dan mengangkat Engkau di atas tangan mereka supaya kaki-Mu jangan menyandung batu.’”
7Yesus berkata kepadanya, “Sekali lagi, ada tertulis, ‘Kamu jangan mencobai Tuhan Allahmu.’”
8Sekali lagi, Iblis membawa Yesus ke atas bukit yang sangat tinggi dan memperlihatkan kepada-Nya semua kerajaan dunia beserta kemegahannya,
9dan berkata kepada-Nya, “Semuanya ini akan kuberikan kepada-Mu, jika Engkau sujud dan menyembahku.”
10Kemudian, Yesus berkata kepadanya, “Enyahlah, Satan! Ada tertulis, ‘Kamu harus menyembah Tuhan Allahmu dan kepada-Nya saja kamu beribadah.’”
11Setelah itu, Iblis meninggalkan Dia, dan lihat, malaikat-malaikat datang untuk melayani Dia.
Yesus Memulai Pelayanan-Nya di Galilea
12Lalu, ketika Yesus mendengar bahwa Yohanes telah ditangkap, Dia menyingkir ke Galilea.
13Dia meninggalkan Nazaret dan tiba di Kapernaum lalu tinggal di sana, di tepi danau, di perbatasan Zebulon dan Naftali,
14supaya digenapi apa yang dikatakan melalui Nabi Yesaya:
15“Tanah Zebulon dan tanah Naftali, jalan dekat danau, di seberang Yordan, Galilea, wilayah orang-orang bukan Yahudi,
16bangsa yang diam dalam kegelapan melihat Terang yang besar, dan bagi mereka yang diam di negeri dan dalam bayang-bayang kematian, Terang itu telah terbit.
17Sejak waktu itu, Yesus mulai berkhotbah dan berkata, “Bertobatlah karena Kerajaan Surga sudah dekat!”
Yesus Memanggil Empat Murid-Nya yang Pertama
18Ketika Yesus berjalan di tepi danau Galilea, Dia melihat dua bersaudara, yaitu Simon yang disebut Petrus, dan Andreas, saudaranya, sedang melempar jala di danau sebab mereka adalah penjala ikan.
19Dan, Dia berkata kepada mereka, “Marilah ikut Aku dan Aku akan menjadikanmu penjala manusia.”
20Mereka langsung meninggalkan jala-jalanya dan mengikut Dia.
21Dan, saat pergi dari sana, Dia melihat dua bersaudara yang lain, Yakobus anak Zebedeus dan Yohanes, saudaranya. Mereka berada dalam sebuah perahu bersama Zebedeus, ayah mereka, sedang memperbaiki jala-jalanya. Dan, Ia memanggil mereka.
22Dan, mereka langsung meninggalkan perahu dan ayah mereka, lalu mengikut Yesus.
Yesus Mengajar dan Menyembuhkan Banyak Orang
23Yesus berkeliling ke seluruh daerah Galilea, mengajar di sinagoge-sinagoge mereka, memberitakan Injil Kerajaan, dan menyembuhkan segala macam penyakit, dan segala macam kesakitan di antara banyak orang.
24Dan, berita tentang Dia tersebar sampai ke seluruh Siria. Dan, mereka membawa kepada-Nya semua orang sakit yang menderita berbagai macam penyakit dan rasa sakit, dan yang kerasukan setan, yang sakit ayan, dan yang lumpuh, dan Dia menyembuhkan mereka.
25Kerumunan besar dari orang banyak pun mengikuti Dia dari Galilea, Dekapolis, Yerusalem, Yudea, dan dari seberang Yordan.
Matius 5
KHOTBAH YESUS DI BUKIT<br/>PASAL 5--7<br/>Ucapan Berkat
1Ketika melihat orang banyak itu, Yesus naik ke atas bukit. Dan, setelah Dia duduk, murid-murid-Nya datang kepada-Nya.
2Dan, Dia membuka mulut-Nya dan mengajar mereka, kata-Nya,
3“Diberkatilah orang yang miskin dalam roh sebab mereka yang mempunyai Kerajaan Surga.
4Diberkatilah mereka yang berdukacita sebab mereka akan dihibur.
5Diberkatilah orang yang lembut hatinya sebab mereka akan mewarisi bumi.
6Diberkatilah mereka yang lapar dan haus akan kebenaran sebab mereka akan dikenyangkan.
7Diberkatilah mereka yang berbelas kasihan sebab mereka akan memperoleh belas kasihan.
8Diberkatilah mereka yang murni hatinya sebab mereka akan melihat Allah.
9Diberkatilah mereka yang membawa damai sebab mereka akan disebut anak-anak Allah.
10Diberkatilah mereka yang dianiaya demi kebenaran sebab mereka yang memiliki Kerajaan Surga.
11Diberkatilah kamu apabila orang mencelamu dan menganiayamu, dan mengatakan segala macam perkataan jahat terhadapmu dengan fitnah karena Aku.
12Bersukacita dan bergembiralah karena besar upahmu di surga, karena demikianlah mereka menganiaya para nabi sebelum kamu.”
Garam dan Terang Dunia
13“Kamu adalah garam dunia, tetapi kalau garam itu menjadi hambar, dengan apa ia akan diasinkan? Dia tidak berguna sama sekali selain untuk dibuang dan diinjak-injak oleh manusia.”
14“Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas bukit tidak dapat disembunyikan.
15Orang-orang juga tidak menyalakan pelita dan meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki pelita, dan ia menerangi semua yang ada di dalam rumah.
16Biarlah terangmu juga bercahaya dengan cara yang sama supaya mereka dapat melihat perbuatan-perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di surga.”
Penggenapan Hukum Taurat dan Kitab Para Nabi
17“Jangan berpikir bahwa Aku datang untuk meniadakan Hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya melainkan untuk menggenapinya.
18Aku mengatakan yang sebenarnya kepadamu, sampai langit dan bumi berlalu, tidak ada satu iota atau satu coretan pun yang akan hilang dari Hukum Taurat sampai semuanya digenapi.
19Karena itu, siapa yang meniadakan salah satu dari perintah-perintah terkecil ini dan mengajar orang lain untuk melakukan hal yang sama, ia akan disebut yang terkecil dalam Kerajaan Surga. Namun, siapa yang melakukan perintah-perintah itu dan mengajarkannya akan disebut besar dalam Kerajaan Surga.
20Sebab, Aku mengatakan kepadamu bahwa jika kebenaranmu tidak lebih baik daripada kebenaran ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, kamu sama sekali tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Surga.
Mengenai Orang yang Marah kepada Saudaranya
21Kamu telah mendengar yang dikatakan kepada nenek moyang kita, ‘Jangan membunuh,’ dan ‘Siapa yang membunuh pantas dibawa ke pengadilan.’
22Akan tetapi, Aku mengatakan kepadamu bahwa siapa pun yang marah kepada saudaranya pantas berada dalam hukuman, dan siapa pun yang berkata kepada saudaranya, ‘Kamu tolol,’ pantas berada di hadapan Mahkamah Agama, dan siapa pun yang berkata, ‘Kamu bodoh,’ pantas berada dalam neraka api.
23Karena itu, jika kamu mempersembahkan persembahanmu di atas altar, dan di sana kamu teringat bahwa ada sesuatu dalam hati saudaramu terhadapmu,
24tinggalkanlah persembahanmu itu di depan altar dan pergilah untuk terlebih dahulu berdamai dengan saudaramu, setelah itu kembalilah dan persembahkan persembahanmu.
25Secepat mungkin, berdamailah dengan orang yang menuduhmu selagi kamu dalam perjalanan bersamanya supaya jangan penuduhmu itu menyerahkanmu kepada hakim, dan hakim itu menyerahkanmu kepada pegawainya, dan kamu dijebloskan ke dalam penjara.
26Aku mengatakan yang sebenarnya kepadamu, kamu tidak akan pernah keluar dari sana sampai kamu sudah membayar sen yang terakhir.”
Orang yang Berzina
27“Kamu sudah mendengar bahwa dikatakan, ‘Jangan berzina.’
28Akan tetapi, Aku mengatakan kepadamu bahwa setiap orang yang memandangi seorang perempuan dan menginginkannya, ia sudah berzina dengan perempuan itu di dalam hatinya.
29Kalau mata kananmu membuatmu berdosa, cungkillah matamu itu dan buanglah itu darimu. Sebab, lebih baik kamu kehilangan salah satu anggota tubuhmu daripada seluruh tubuhmu dibuang ke dalam neraka.
30Dan, jika tangan kananmu membuatmu berdosa, potong dan buanglah tanganmu itu darimu karena lebih baik kamu kehilangan salah satu anggota tubuhmu daripada seluruh tubuhmu dibuang ke dalam neraka.
Aturan tentang Perceraian
31Sudah dikatakan: Siapa yang menceraikan istrinya harus memberi surat cerai kepada istrinya itu.
32Akan tetapi, Aku mengatakan kepadamu bahwa siapa yang menceraikan istrinya, kecuali karena zina, ia membuat istrinya berzina. Dan, siapa yang menikah dengan perempuan yang telah diceraikan itu, ia juga berzina.
Mengenai Sumpah
33Sekali lagi, kamu telah mendengar yang dikatakan kepada nenek moyang kita, ‘Jangan bersumpah palsu, tetapi penuhilah sumpahmu itu di hadapan Tuhan.’
34Namun, Aku berkata kepadamu: jangan sekali-kali kamu bersumpah, baik demi surga karena surga adalah takhta Allah,
35ataupun demi bumi karena bumi adalah tumpuan kaki-Nya, ataupun demi Yerusalem karena itu adalah kota Sang Raja Besar.
36Jangan juga kamu bersumpah demi kepalamu karena kamu tidak dapat membuat sehelai rambut pun, putih atau hitam.
37Namun, hendaklah perkataanmu, ya jika ya, tidak jika tidak, karena yang selebihnya dari itu berasal dari si jahat.
Mengenai Pembalasan
38Kamu telah mendengar apa yang telah dikatakan, ‘Mata ganti mata dan gigi ganti gigi.’
39Namun, Aku mengatakan kepadamu jangan melawan yang jahat, melainkan siapa yang menamparmu pada pipi kanan, sodorkan kepadanya pipimu yang lain juga.
40Dan, jika seseorang hendak menuntutmu dan mengambil bajumu, berikan juga jubahmu kepadanya.
41Dan, siapa yang memaksamu berjalan 1 mil, berjalanlah bersamanya sejauh 2 mil.
42Berilah kepada orang yang meminta kepadamu dan jangan menolak orang yang ingin meminjam darimu.”
Kasihilah Musuhmu
43“Kamu telah mendengar yang difirmankan, ‘Kasihilah sesamamu,’ dan ‘Bencilah musuhmu.’
44Namun, Aku berkata kepadamu, kasihilah musuh-musuhmu dan berdoalah bagi orang-orang yang menganiaya kamu,
45dengan demikian kamu dapat menjadi anak-anak Bapamu yang di surga karena Dia menerbitkan matahari-Nya bagi yang jahat dan yang baik, dan menurunkan hujan bagi yang benar dan yang tidak benar.
46Sebab, kalau kamu hanya mengasihi orang-orang yang mengasihimu, upah apa yang kamu dapatkan? Bukankah pengumpul pajak juga melakukan hal yang sama?
47Dan, jika kamu memberi salam hanya kepada saudara-saudaramu, apa lebihnya perbuatanmu? Bukankah orang-orang yang tidak mengenal Allah juga berbuat seperti itu?
48Karena itu, kamu harus menjadi sempurna, seperti Bapamu yang di surga adalah sempurna.”
Matius 6
Ajaran tentang Memberi
1“Waspadalah dalam melakukan kewajiban agamamu di hadapan manusia, untuk dilihat oleh mereka. Jika demikian, kamu tidak akan menerima upah dari Bapamu yang di surga.
2Karena itu, ketika kamu memberi sedekah, jangan membunyikan trompet di hadapanmu seperti yang orang-orang munafik lakukan di sinagoge-sinagoge dan di jalan-jalan supaya mereka dipuji orang lain. Aku mengatakan yang sebenarnya kepadamu bahwa mereka sudah menerima upahnya.
3Akan tetapi, ketika kamu memberi sedekah, jangan biarkan tangan kirimu mengetahui apa yang tangan kananmu lakukan,
4supaya sedekahmu itu tersembunyi dan Bapamu yang melihat yang tersembunyi itu akan memberikan upah kepadamu.”
Ajaran tentang Berdoa
5“Dan, ketika kamu berdoa, jangan kamu seperti orang-orang munafik karena mereka suka berdiri dan berdoa di sinagoge-sinagoge dan di sudut-sudut jalan supaya dilihat orang lain. Aku mengatakan yang sesungguhnya kepadamu, mereka sudah menerima upahnya.
6Akan tetapi, ketika kamu berdoa, masuklah ke dalam kamarmu dan tutuplah pintunya, dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi, maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi itu akan memberikan upah kepadamu.
7Dan, ketika kamu berdoa, jangan menggunakan kata-kata yang tidak ada artinya, seperti yang dilakukan orang-orang yang tidak mengenal Allah, sebab mereka mengira dengan banyaknya kata-kata, mereka akan didengarkan.
8Karena itu, jangan seperti mereka karena Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan sebelum kamu meminta kepada-Nya.
9Berdoalah demikian, ‘Bapa kami yang di surga, Dikuduskanlah nama-Mu.
10Datanglah kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di surga.
11Berikanlah kami, pada hari ini, makanan kami yang secukupnya.
12Dan, ampunilah kesalahan-kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang-orang yang bersalah kepada kami.
13Dan, janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari yang jahat. Karena Engkaulah Sang Pemilik Kerajaan, dan kuasa, dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.’
14Karena jika kamu mengampuni kesalahan-kesalahan orang lain, Bapa surgawimu juga akan mengampunimu.
15Akan tetapi, jika kamu tidak mengampuni kesalahan-kesalahan orang lain, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahan-kesalahanmu.”
Sikap Ketika Berpuasa
16“Dan, ketika kamu berpuasa, jangan murung seperti orang munafik karena mereka mengubah mukanya supaya dilihat sedang berpuasa oleh orang lain. Aku mengatakan yang sebenarnya kepadamu bahwa mereka telah menerima upahnya.
17Akan tetapi, kamu, ketika berpuasa, minyakilah kepalamu dan cucilah wajahmu
18supaya puasamu tidak dilihat orang, melainkan oleh Bapamu yang berada di tempat yang tersembunyi. Dan, Bapamu yang melihat perbuatanmu yang tersembunyi itu akan membalasnya kepadamu.”
Kumpulkanlah Harta di Surga
19“Jangan menimbun untuk dirimu sendiri harta di bumi, tempat ngengat dan karat merusak, dan tempat pencuri membongkar serta mencuri.
20Akan tetapi, kumpulkan untuk dirimu sendiri harta di surga, tempat ngengat dan karat tidak merusak, dan tempat pencuri tidak membongkar serta mencuri.
21Karena di tempat hartamu berada, di situ juga hatimu berada.”
22“Mata adalah pelita tubuh. Jadi, kalau matamu baik, seluruh tubuhmu akan menjadi terang.
23Akan tetapi, jika matamu jahat, seluruh tubuhmu akan penuh kegelapan. Jadi, jika terang yang seharusnya ada padamu adalah kegelapan, betapa pekatnya kegelapan itu.”
24“Tidak ada orang yang dapat melayani dua tuan karena ia akan membenci tuan yang satu dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada tuan yang satu dan meremehkan yang lain. Kamu tidak dapat melayani Allah dan mamon.”
Jangan Kamu Khawatir
25“Sebab itu Aku berkata kepadamu, jangan khawatir tentang hidupmu, apa yang akan kamu makan atau apa yang kamu minum. Demikian juga tentang tubuhmu, apa yang akan kamu pakai. Bukankah hidup lebih penting daripada makanan, dan tubuh daripada pakaian?
26Lihatlah burung-burung di langit yang tidak menabur, tidak menuai, dan tidak mengumpulkan ke dalam lumbung, tetapi Bapa surgawimu memberi mereka makan. Bukankah kamu lebih berharga daripada mereka?
27Siapakah di antara kamu yang karena khawatir dapat menambah sehasta pada usianya?
28Dan, tentang pakaian, mengapa kamu khawatir? Perhatikan bunga bakung di padang, bagaimana mereka tumbuh, mereka tidak bekerja dan juga tidak memintal,
29tetapi Aku mengatakan kepadamu bahwa Salomo dalam segala kemuliaannya pun tidak berpakaian seperti salah satu dari bunga-bunga itu.
30Jadi, jika Allah mendandani sedemikian rupa rumput di padang, yang ada hari ini dan besok dilemparkan ke dalam perapian, bukankah terlebih lagi Dia akan mendandani kamu, hai kamu yang kurang iman?
31Karena itu, jangan kamu khawatir dengan berkata, ‘Apa yang akan kami makan?’, atau ‘Apa yang akan kami minum?’, atau ‘Apa yang akan kami pakai?’
32Sebab, bangsa-bangsa lain mencari-cari semua ini dan Bapa surgawimu tahu bahwa kamu membutuhkan semua ini.
33Akan tetapi, carilah dahulu Kerajaan dan kebenaran-Nya, dan semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.
34Jadi, jangan khawatir tentang hari esok karena hari esok akan mengkhawatirkan dirinya sendiri. Cukuplah suatu hari dengan kesusahannya sendiri.”