Baca Alkitab Harian

Rencana Kronologis 365 Hari
Jumat, 4 September 2026
Kembali ke Hari Ini
Ibrani 8-10
Ibrani 8
Yesus adalah Imam Besar Perjanjian yang Baru
1Inilah pokok utama pembicaraan kita: kita mempunyai Imam Besar yang duduk di sebelah kanan takhta Yang Mahatinggi di surga.
2Ia melayani di Ruang Mahakudus dan di Kemah Suci sejati yang didirikan oleh Allah sendiri, bukan oleh manusia.
3Karena setiap imam besar ditunjuk untuk mempersembahkan pemberian dan kurban, maka Imam Besar ini juga harus membawa sesuatu untuk dipersembahkan.
4Jika Imam Besar ini hidup di bumi, Ia tidak akan menjadi imam sama sekali sebab di bumi sudah ada imam-imam yang mempersembahkan pemberian sesuai Hukum Taurat,
5yaitu mereka yang beribadah menurut tiruan dan bayang-bayang dari hal-hal surgawi seperti ketika Allah memperingatkan Musa saat ia hendak mendirikan Kemah Suci: “Pastikanlah engkau membuat segala sesuatunya sesuai dengan rancangan yang telah Kutunjukkan kepadamu di atas gunung.”
6Namun, sekarang, Yesus menerima tugas pelayanan yang jauh lebih mulia karena perjanjian baru yang diperantarai oleh-Nya itu juga jauh lebih tinggi dan ditetapkan berdasarkan pada janji-janji yang lebih baik.
7Sebab, jika perjanjian yang pertama tidak mengandung kesalahan, tidak akan ada yang membutuhkan perjanjian yang kedua.
8Karena Allah mendapati kesalahan manusia, Ia berkata, “‘Lihatlah, saatnya akan tiba,’ kata Tuhan, ‘ketika Aku akan mengadakan sebuah perjanjian baru dengan kaum Israel dan kaum Yehuda.
9Tidak seperti perjanjian yang telah Kuadakan dengan nenek moyang mereka, yaitu ketika aku menuntun mereka dengan tangan-Ku untuk memimpin mereka keluar dari tanah Mesir. Karena mereka tidak setia pada perjanjian yang Kuberikan, maka Aku tidak memedulikan mereka,’ kata Tuhan.
10‘Inilah perjanjian yang akan Kuadakan dengan kaum Israel setelah masa itu,’ kata Tuhan: ‘Aku akan menaruh hukum-hukum-Ku dalam pikiran mereka, dan Aku akan menuliskannya pada hati mereka. Aku akan menjadi Allah mereka, dan mereka akan menjadi umat-Ku.
11Mereka juga tidak akan lagi mengajar sesama bangsanya atau saudaranya dengan berkata, ‘Kenallah Tuhan’ karena semua orang akan mengenal Aku, dari yang kecil sampai yang paling besar.
12Sebab, Aku akan berbelas kasihan atas pelanggaran dan dosa-dosa mereka. Dan, Aku pun tidak akan lagi mengingat kesalahan-kesalahan mereka.’”
13Ketika Allah mengucapkan perjanjian baru, Ia membuat perjanjian yang lama tidak berlaku lagi. Dan, apa yang sudah tidak berlaku lagi dan usang akan segera lenyap.
Ibrani 9
Ibadah dalam Perjanjian Lama
1Bahkan, perjanjian yang lama pun berisi tentang peraturan ibadah dan tempat kudus yang ada di bumi.
2Karena demikianlah Kemah Allah dipersiapkan: bagian luar, yang padanya terdapat pelita, meja, dan roti sajian, disebut Tempat Kudus.
3Di belakang tirai kedua adalah bagian kemah yang disebut Ruang Mahakudus,
4di tempat itu terdapat altar pedupaan yang terbuat dari emas dan Tabut Perjanjian yang seluruh sisinya dilapisi emas. Di dalam tabut itu, terdapat sebuah kendi emas yang berisi manna, tongkat Harun yang pernah bertunas, serta dua lempeng batu perjanjian.
5Di atasnya, ada dua kerub kemuliaan yang menaungi Tutup Pendamaian, tetapi saat ini bukanlah waktu tepat untuk membicarakannya secara terperinci.
6Setelah semuanya itu dipersiapkan sedemikian rupa, para imam masuk ke bagian pertama dari kemah itu secara rutin, untuk melakukan pelayanan ibadah kepada Allah.
7Akan tetapi, hanya imam besar saja yang diperbolehkan masuk ke bagian kedua dari kemah itu, itu pun hanya setahun sekali, dan membawa darah untuk dipersembahkan kepada Allah demi dirinya sendiri dan demi dosa-dosa umat yang dilakukan tanpa sengaja.
8Roh Kudus menyatakan kepada kita bahwa jalan menuju Ruang Mahakudus belum terbuka selama Ruang Kudus masih ada,
9hal itu adalah kiasan mengenai zaman ini. Demikian juga berbagai pemberian dan kurban-kurban yang dipersembahkan tidak dapat menyempurnakan nurani orang-orang yang beribadah,
10sebab hanya berkaitan dengan makanan, minuman, dan ritual pembasuhan untuk tubuh jasmani yang berlaku hingga tibanya waktu pembaruan.
Ibadah dalam Perjanjian yang Baru
11Namun, ketika Kristus datang sebagai Imam Besar atas hal-hal baik yang akan datang, Ia masuk melalui Tempat Kudus yang lebih besar dan lebih sempurna; yang tidak dibuat oleh tangan manusia dan bukanlah suatu ciptaan.
12Ia masuk ke Ruang Mahakudus satu kali untuk selamanya, bukan dengan membawa darah kambing jantan dan darah anak sapi, tetapi dengan membawa darah-Nya sendiri sehingga mendapatkan penebusan yang kekal.
13Sebab, jika pemercikan darah kambing jantan dan sapi jantan, dan juga abu anak sapi betina kepada orang yang najis dapat menyucikan tubuh jasmani mereka,
14lebih-lebih lagi darah Kristus, yaitu Ia yang melalui Roh yang kekal mempersembahkan diri-Nya sebagai kurban yang tidak bercacat kepada Allah untuk menyucikan hati nuranimu dari perbuatan sia-sia supaya kamu dapat melayani Allah yang hidup.
15Untuk alasan inilah Kristus menjadi Perantara dari perjanjian yang baru supaya mereka yang telah dipanggil Allah boleh menerima warisan kekal yang telah dijanjikan-Nya; sebab sebuah kematian telah terjadi untuk menebus mereka dari pelanggaran-pelanggaran yang mereka lakukan di bawah perjanjian yang pertama.
16Jika ada surat wasiat, maka harus ada kematian dari orang yang membuatnya.
17Sebab, surat wasiat hanya berlaku jika orang yang membuatnya sudah mati; surat itu tidak memiliki kuasa selama orang yang membuatnya masih hidup.
18Itulah sebabnya, mengapa perjanjian pertama pun tidak berlaku tanpa kurban darah.
19Sebab, setelah Musa memberitahukan setiap perintah dalam Hukum Taurat kepada umat Israel, ia mengambil darah anak sapi dan kambing lalu mencampurnya dengan air. Dan, menggunakan kain wol merah serta sebatang hisop, ia memercikkannya pada Kitab Taurat dan pada semua umat
20sambil berkata, “Inilah darah dari perjanjian yang telah Allah perintahkan untuk kamu taati.”
21Dengan cara yang sama, Musa juga memerciki Kemah Suci dan semua perlengkapan yang digunakan dalam ibadah dengan darah.
22Menurut Hukum Taurat, hampir segala sesuatu harus disucikan dengan darah, dan tanpa adanya penumpahan darah, tidak akan ada pengampunan.
Yesus Kristus adalah Kurban Penghapus Dosa
23Karena itu, segala sesuatu yang melambangkan hal-hal surgawi sangat perlu disucikan dengan hal ini, tetapi segala sesuatu yang di surga disucikan dengan kurban yang lebih baik.
24Sebab, Kristus tidak masuk ke dalam Ruang Mahakudus yang dibuat oleh tangan manusia, yang hanyalah tiruan dari yang sesungguhnya, tetapi Ia masuk ke dalam surga itu sendiri dan sekarang berada di hadapan Allah demi kita.
25Kristus juga tidak mempersembahkan diri-Nya berkali-kali, seperti imam besar yang harus masuk ke Ruang Mahakudus dari tahun ke tahun dengan membawa darah yang bukan darahnya sendiri.
26Jika demikian, Kristus harus menderita berulang kali sejak dunia diciptakan. Akan tetapi, Kristus hanya menyatakan diri-Nya satu kali saja untuk selama-lamanya pada zaman akhir ini demi menghapus dosa, dengan cara mempersembahkan diri-Nya sendiri.
27Seperti manusia, yang ditentukan untuk mati satu kali saja dan sesudah itu menghadap penghakiman,
28demikian juga Kristus; Ia dipersembahkan hanya satu kali saja untuk menanggung dosa banyak orang, dan akan datang untuk kedua kalinya, bukan untuk menanggung dosa, melainkan untuk membawa keselamatan bagi mereka yang menantikan Dia.
Ibrani 10
Pengorbanan Yesus Kristus Sekali untuk Selama-Lamanya
1Karena Hukum Taurat hanya memiliki bayangan tentang hal-hal baik yang akan datang dan bukan gambaran sesungguhnya dari hal-hal itu, maka dengan kurban-kurban yang sama, yang mereka persembahkan terus-menerus setiap tahun, hukum itu tidak akan pernah dapat menyempurnakan mereka yang datang mendekat.
2Jika sebaliknya, bukankah pemberian persembahan seharusnya sudah tidak lagi dilakukan karena sekali disucikan, orang-orang yang beribadah itu tidak lagi merasakan adanya kesadaran akan dosa?
3Akan tetapi, dalam persembahan kurban itu, mereka justru diingatkan akan dosa-dosa mereka dari tahun ke tahun.
4Sebab, darah lembu jantan dan kambing jantan tidak mungkin dapat menghapus dosa.
5Karena itu, ketika Kristus datang ke dalam dunia, Ia berkata, “Kurban dan persembahan tidak Kau inginkan, tetapi sebuah tubuh telah Kau siapkan bagi-Ku;
6Engkau tidak berkenan kepada kurban bakaran dan kurban penghapus dosa.
7Lalu Aku berkata, ‘Inilah Aku: Ada tertulis tentang Aku dalam gulungan kitab, Aku datang untuk melakukan kehendak-Mu, ya Allah.’”
8Setelah Kristus mengatakan, “Kurban dan persembahan, serta kurban bakaran dan kurban penghapus dosa tidak Engkau inginkan, dan tidak berkenan kepada-Mu,” (yang dipersembahkan sesuai dengan Hukum Taurat)
9Ia menambahkan, “Inilah Aku. Aku datang untuk melakukan kehendak-Mu.” Jadi, Yesus menghapuskan yang pertama untuk menetapkan yang kedua.
10Oleh kehendak-Nya, kita dikuduskan melalui pengorbanan tubuh Yesus Kristus, sekali untuk selama-lamanya.
11Setiap imam melakukan pelayanan hariannya dari waktu ke waktu untuk mempersembahkan kurban yang sama, yang tidak pernah dapat menghapuskan dosa;
12tetapi Kristus, setelah mempersembahkan kurban karena dosa, satu kali saja untuk selama-lamanya, Ia duduk di sebelah kanan Allah
13dan menantikan saat musuh-musuh-Nya dijadikan tumpuan kaki-Nya.
14Dengan satu kurban, Kristus menyempurnakan mereka yang telah disucikan-Nya untuk selama-lamanya.
15Roh Kudus juga menjadi saksi untuk kita tentang hal ini sebab setelah berkata,
16“Inilah perjanjian yang akan Kuadakan dengan umat-Ku setelah masa itu, kata Tuhan: ‘Aku akan menaruh hukum-hukum-Ku dalam hati mereka, dan Aku akan menuliskannya dalam pikiran mereka.’”
17Kemudian, Ia melanjutkan, “Aku akan melupakan dosa-dosa mereka dan tidak akan lagi mengingat kejahatan mereka.”
18Sekarang, ketika pengampunan bagi semuanya itu telah tersedia, maka tidak diperlukan lagi kurban untuk menebus dosa.
Mendekatlah kepada Allah
19Sebab itu, saudara-saudaraku, karena sekarang kita memiliki keberanian untuk masuk ke dalam Ruang Mahakudus oleh pengorbanan darah Yesus,
20dengan jalan yang baru dan hidup, yang telah dibukakan oleh Yesus bagi kita melalui tirai, yaitu tubuh-Nya,
21dan karena kita telah mempunyai seorang Imam Besar yang mengepalai rumah Allah,
22maka marilah kita mendekat kepada Allah dengan hati yang tulus dalam keyakinan iman yang penuh, dengan hati kita yang telah dibersihkan dari nurani yang jahat, dan tubuh yang telah dicuci dengan air murni.
23Mari kita berpegang teguh pada pengakuan pengharapan kita karena Allah yang menjanjikannya adalah setia,
24mari kita mencari cara untuk dapat saling mendorong dalam mengasihi dan mengerjakan perbuatan-perbuatan baik,
25dan janganlah menjauhkan diri dari pertemuan ibadah kita bersama, seperti yang dibiasakan oleh beberapa orang. Akan tetapi, marilah kita saling menguatkan, terlebih lagi karena kamu tahu bahwa Hari Tuhan sudah semakin dekat.
Jangan Melawan Allah
26Sebab, jika dengan sengaja kita tetap berbuat dosa sesudah mendapatkan pengetahuan tentang kebenaran, maka tidak ada lagi kurban untuk menghapus dosa-dosa itu.
27Yang ada hanyalah penantian yang menakutkan akan penghakiman dan kobaran api yang akan membinasakan musuh-musuh Allah.
28Berdasarkan kesaksian dari dua atau tiga orang saksi, siapa pun yang tidak menaati Hukum Musa akan dihukum mati tanpa mendapat belas kasihan.
29Jika demikian, betapa lebih beratnya penghukuman yang layak diterima oleh orang yang menginjak-injak Anak Allah, dan yang menganggap najis darah perjanjian yang telah menguduskannya, dan yang menghina Roh anugerah Allah?
30Sebab, kita mengenal Dia yang berkata, “Pembalasan adalah hak-Ku; Aku akan menuntut pembalasan.” Ia juga berkata, “Tuhan akan menghakimi umat-Nya.”
31Alangkah mengerikannya jika kita jatuh ke dalam tangan Allah yang hidup.
Peliharalah Keberanian dan Kesabaran
32Akan tetapi, ingatlah hari-hari yang telah lalu, setelah kamu mendapat pencerahan, kamu bertahan dalam perjuanganmu menanggung penderitaan yang berat.
33Kadang-kadang, kamu dihina dan dianiaya secara terbuka di depan banyak orang, dan kadang-kadang kamu juga turut di dalam penderitaan orang-orang yang diperlakukan seperti itu.
34Kamu juga berbelaskasihan kepada mereka yang dipenjara, bahkan menerima dengan sukacita ketika harta milikmu dijarah karena kamu tahu bahwa kamu mempunyai harta yang lebih baik dan kekal.
35Karena itu, janganlah kamu membuang keyakinanmu karena keyakinanmu itu mendatangkan pahala yang besar.
36Sebab kamu membutuhkan ketekunan untuk melakukan kehendak Allah sehingga kamu mendapatkan apa yang dijanjikan-Nya.
37Sebab, “Tidak lama lagi, Ia yang sedang datang, akan tiba, dan tidak akan menunda.
38Namun, orang-Ku yang benar akan hidup oleh iman. Dan, jika ia mundur ketakutan, maka jiwa-Ku tidak akan berkenan kepadanya.”
39Kita bukanlah orang-orang yang undur kepada kebinasaan, melainkan orang-orang yang beriman kepada pemeliharaan jiwa.
Total hari yang sudah dicatat: 5 / 365